Minggu, 14 Juni 2009

Damai Sejahtera Allah

1 Korintus 1:3

Kita sering sekali menggunakan kata syalom dalam percakapan sehari-hari. Bahkan kadang-kadang kata itu tidak lagi memiliki makna sama sekali, hanya sekedar sebuah salam pembuka dalam pidato, khotbah atau bahkan ketika kita bertemu dengan saudara seiman.

Dalam setiap suratnya, Paulus selalu menggunakan kata yang sama sekalipun dalam bahasa yang berbeda. Karena kata damai dalam bahasa Ibrani adalah syalom sementara dalam bahasa Yunani adalah "eirene". Dua kata ini bukan kata sifat. Namun justru adalah kata benda yang menggambarkan satu situasi. Damai sejahtera hanya satu, tidak ada damai sejahtera yang lain. Dan dalam setiap kata damai sejahtera yang digunakan Paulus dalam semua suratnya selalu menyatakan bahwa itu dilakukan oleh Yesus Kristus.

Jadi, damai sejahtera itu hanya ada dalam Yesus. Damai sejahtera itu hanya diberikan oleh Yesus. Damai sejahatera itu hanya berasal dari Yesus saja. Dalam pengertian bahwa orang-orang di luar Yesus tidak mungkin mengalami damai sejahtera. Hanya mereka yang ada dalam Yesus saja yang akan mampun merasakan damai yang sejati dari Yesus.

Yang menjadi masalah adalah realita sekarang justru sebaliknya. Orang yang ada dalam Yesus tidak menyadari kalau mereka memiliki damai itu, dan justru mereka yang di luar Yesus yang berpikir mereka dalam damai. Keadaan yang menyedihkan memang, karena kita seharusnya menjadi contoh yang nyata tentang damai sejahtera yang sejati dan bukannya malah meragukan Allah yang telah mengaruniakan damai sejahtera itu. (CW)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar